JUNWANGI — Komitmen SMP Bilingual Terpadu 2 dalam mengembangkan pembelajaran keislaman berbasis praktik kembali mendapat apresiasi. Pada 15–16 Juli 2026, SMP Bilingual Terpadu 2 turut berpartisipasi dalam kegiatan “Indonesia Berkiblat: Gerakan Nasional 1448 K Rashdul Kiblat” yang diselenggarakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai arah kiblat melalui praktik rashdul kiblat. Di SMP Bilingual Terpadu 2, kegiatan ini melibatkan para santri yang mengikuti program Sanggar Kutub At-Turots (SKT).
Para santri tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoretis, tetapi juga diajak melakukan praktik secara langsung. Dengan bimbingan yang diberikan, santri mempelajari cara menentukan arah kiblat melalui fenomena astronomis yang dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi ketepatan arah kiblat.
Keikutsertaan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang menarik bagi santri SKT. Pengetahuan keislaman yang selama ini dipelajari di kelas dapat dihubungkan dengan praktik nyata serta ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami aspek astronomi yang berkaitan dengan penentuan arah kiblat.
Atas partisipasi dalam gerakan nasional tersebut, SMP Bilingual Terpadu 2 mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi sekolah untuk terus menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.
Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya belajar ke mana arah kiblat, tetapi juga memahami bagaimana ilmu membantu manusia menemukan dan memastikan arah tersebut. Sebuah pengalaman belajar yang mempertemukan tradisi keilmuan Islam dengan sains secara nyata.
