Projek utama dalam kegiatan kokurikuler kelas IX SMP Bilingual Terpadu 2 berfokus pada pembuatan tempe nonkedelai dengan bahan yang berbeda di setiap kelas. Pembagian jenis tempe ini bertujuan melatih kreativitas santri sekaligus memperkaya wawasan tentang alternatif bahan pangan lokal. Setiap kelas diberi tanggung jawab mengolah satu jenis bahan utama yang memiliki karakteristik berbeda. Pendekatan ini juga mendorong santri untuk membandingkan proses dan hasil fermentasi secara langsung.
Adapun pembagian jenis tempe tersebut meliputi kelas 9A STE yang mengolah tempe jagung, kelas 9B STE dengan tempe kacang tanah, serta kelas 9C SKT yang membuat tempe kacang hijau. Kelas 9D STE mengembangkan tempe ketan hitam, kelas 9E STE mengolah tempe kacang tolo, dan kelas 9F SKT memproduksi tempe biji multigrain. Keberagaman bahan ini memperlihatkan bahwa tempe dapat dikembangkan secara inovatif tanpa bergantung pada kedelai. Melalui pembagian ini, santri belajar bahwa kreativitas, ilmu pengetahuan, dan keberanian bereksperimen menjadi kunci dalam menciptakan produk masa depan.


