?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>
?>

Pucuk merah atau daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) adalah spesiestumbuhan yang dikenal sebagai tanaman hias yang berasal dari genus Syzygium. Warna tunas daun yang baru muncul memiliki warna merah menyala sehingga tumbuhan ini memiliki sebutan Pucuk Merah. Warna daun akan berubah perlahan menjadi hijau seiring berjalannya waktu. Pucuk merah adalah sejenis tanaman perdu yang biasanya dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah, perkantoran dan sebagainya serta masih termasuk ke dalam family yang sama dengan tanaman cengkih. Bila diperhatikan, bentuk tajuk dan daunnya pun sangat menyerupai tanaman cengkih. Tumbuhan ini merupakan tanaman asli dari Bangladesh, Borneo, Jawa, semenanjung Malaya, Myanmar, Filipina, Sumatra, dan Thailand.
Cara Menanam Pucuk Merah
Pucuk merah sendiri banyak dibudidayakan atau tumbuh liar di wilayah pegunungan. Untuk budidaya, tanaman ini sebenarnya bisa tumbuh dari biji, tapi rasio keberhasilannya rendah. Oleh sebab itu, banyak orang memilih menggunakan metode stek untuk menumbuhkan pucuk merah.
Langkah pertama untuk menanam pucuk merah menggunakan teknik stek adalah mempersiapkan bibitnya. Pertama tentukan indukan pucuk merah yang sehat dan tidak terjangkit hama, lalu potong batang tanaman dengan panjang 20-25 cm.
Buang bagian daun yang ada pada batang tersebut dan sisakan beberapa saja di bagian ujung. Daun ini nantinya akan menjadi indikator, jika layu dalam waktu dekat, maka proses stek gagal.
Setelah itu runcingkan bagian bawah stek dan rendam di larutan fungisida dosis rendah selama 10 menit. Jika sudah, keringkan dengan cara diangin-anginkan dengan diberi alas koran bersih.
Media tanam yang paling ideal untuk stek pucuk merah yaitu dengan menggunakan tanah gembur yang dicampuri pupuk kandang kering dengan rasio 1 : 1. Ambil bagian halusnya saja dengan cara mengayak menggunakan saringan kecil.
Setelah itu taruh campuran tersebut ke dalam polybag berukuran 10-15 cm yang sudah dilubangi bagian bawahnya. Diamkan selama satu minggu. Jadi, sebaiknya persiapkan media tanam ini satu minggu sebelum proses penyetekan.
Setelah semua siap, maka proses bisa dilanjutkan ke tahap penanaman. Pada tahap ini, pertama oleskan ujung stek dengan menggunakan hormon auksin. Setelah itu tanam pada lubang sedalam 0,5-1 cm pada media tanam.
Sirami dengan air secukupnya. Untuk awal penanaman, letakkan stek pada tempat yang teduh. Baru setelah 2 minggu, Sobat Mediatani bisa mulai memindahkannya ke tempat yang lebih terbuka.
Setelah tumbuhan berusia 1,5 – 2 bulan, maka tanaman tersebut sudah siap untuk direplanting atau ditanam kembali ke media tanah. Pada tahap ini, buat lubang berukuran 30 x 30 x 30 cm dan campuri tanah dengan pupuk kompos kering.
Setelah itu lanjutkan dengan memindahkan pucuk merah ke tanah dan tutup kembali lubang hingga memadat.
Selanjutnya, hal yang harus dilakukan adalah pemeliharaan. Pemeliharaan pucuk merah tak berbeda jauh dari tanaman kebanyakan. Sobat Mediatani harus selalu memperhatikan penyiraman, pemupukan, dan rajin melakukan pemangkasan untuk terus menstimulasi pertumbuhan daun pada tanaman.
Teknik stek dalam budidaya tanaman pucuk merah harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada saat awal pemilihan indukan. Indukan yang sehat adalah kunci keberhasilan stek agar tumbuh menjadi tanaman baru dengan kualitas baik.
Pucuk merah kaya akan kandungan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang tinggi. Berbagai jenis senyawa bioaktif tersebut meliputi fenol, flavonoid, asam betulinat, alkaloid, triterpenoid, steroid, dan saponin.
Berkat kandungan senyawa bioaktifnya yang cukup beragam, tak heran jika tanaman ini banyak digunakan sebagai obat alami dalam mengatasi berbagai penyakit. Berikut ini adalah beberapa manfaat pucuk merah yang sayang untuk Anda lewatkan:

Senyawa asam betulinat dan triterpenat yang terkandung dalam ekstrak pucuk merah diketahui dapat membantu membunuh sel kanker sekaligus menghambat penyebarannya, khususnya sel kanker payudara. Meski demikian, khasiat ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
Asam betulinat pada ekstrak pucuk merah juga diketahui memiliki aktivitas antidiare dan antispasmodik yang baik dengan membantu merelaksasikan otot di dinding usus. Khasiat ini akan sangat berguna untuk meredakan keluhan kram perut dan diare yang sering terjadi pada penderita irritable bowel syndrome.
Kandungan senyawa antimikroba dalam pucuk merah juga diketahui mampu melindungi tubuh Anda dari keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri. Manfaat pucuk merah ini didukung oleh riset yang menunjukkan bahwa senyawa dalam tanaman ini efektif membunuh bakteri Salmonella dan E. Coli.
Pucuk merah kaya akan kandungan antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif akibat penumpukan radikal bebas berlebih. Kerusakan ini bisa terjadi di mana saja, termasuk organ dan sel-sel imun, sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi bisa menurun.
Kerusakan oksidatif juga bisa terjadi pada berbagai organ tubuh dan menyebabkan terganggunya metabolisme, sistem peredaran darah, hingga regenerasi sel. Hal tersebut bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis.
Sebuah riset menunjukkan bahwa pucuk merah dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil.
Khasiat ini diduga berasal dari senyawa aktif steroid dan terpenoid yang ada dalam ekstrak pucuk merah. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Pucuk_merah
https://mediatani.co/cara-budidaya-tanaman-pucuk-merah-si-cantik-yang-punya-banyak-manfaat
https://www.alodokter.com/memetik-manfaat-pucuk-merah-untuk-kesehatan
]]>
Kedondong adalah tanaman buah yang tergolong ke dalam suku mangga-manggaan (Anacardiaceae). Kedondong ini merupakan tanaman buah yang umumnya banyak sekali terdapat di seluruh daerah tropis dan termasuk kedalam angiospermae. Biasanya dalam bahasa Inggris menyebutnya dengan Ambarella, Ataheitte apple / Great hot plum. Dalam setiap negara maupun daerah, nama buah ini berbeda-beda, seperti di Asia Tenggara biasa disebut: kedondong (Indonesia dan Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), mokah (Kamboja), kook kvan (Laos), makak sarang (Thailand), co’c (Vietnam). Selain itu kedondong juga disebut kadendong (Sunda), kedondong (Jawa), kedundung (Madura), kacemcem (Bali), inci (NTT), karuntung (Makassar), dau kaci (Bugis).
Kedondong bangkok merupakan jenis unggul yang biasa ditanam para petani. Selain ini jenis kedondong unggul lainnya adalah kedondong konden di Karimun Jawa. Saat ini sudah banyak budi daya tanaman kedondong bangkok untuk dijadikan tanaman buah dalam pot. Buah kedondong dapat dimakan langsung dalam kondisi segar, atau sering pula diolah menjadi rujak, asinan, acar, atau dijadikan selai. Buah ini memiliki biji tunggal yang berserabut. Daunnya dijadikan penyedap dalam pembuatan pepes ikan.
Batang pohon kedondong memiliki karakteristik berkulit tebal dan mudah patah. Pupus daun dan kedondong muda mempunyai rasa asam sehingga sering dijadikan sayuran atau penyedap masakan bagi orang Jawa.
Tanaman yang termasuk dalam family Anacardiaceae merupakan tanaman yang dapat mencapai ketinggian 40 m. Pada umumnya, kedondong ditanam dengan biji. Dalam buah kedondong terdapat berbagai manfaat, baik dari buahnya, daun maupun kulit batangnya. Kandungan yang paling utama yang ada dalam buah kedondong ialah unsur gula dalam bentuk sukrosa yang berfungsi sebagai penambahan energi dan vitalitas tubuh. Selain itu kandungan serat dan airnya juga cukup tinggi yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan serta mencegah dehidrasi.

Tumbuhan kedondong termasuk ke dalam tanaman berdaun majemuk, dengan bentuk menyirip. Anak daun berjumlah lima sampai lima belas, dengan pangkal daun dan ujung daun yang runcing. Daun kedondong berwarna hijau, dengan panjang daun 5-8 cm dan lebar 3-6 cm. Tepi daunnya rata atau tidak bergerigi, memiliki tata letak daun tersebar, serta permukaan daun yang licin dan mengkilat.
Tanaman kedondong memiliki batang yang berkayu yang bertekstur keras dan kuat karena sebagian besar terdiri dari kayu yang tumbuh tegak, dan bercabang. Pada bagian permukaan batang teksturnya halus dan berwarna putih kehijauan.
Tumbuhan kedondong memiliki akar tunggang dan berwarna cokelat tua.
Bunga pada tanaman kedondong termasuk bunga majemuk, yang memiliki panjang sekitar 2 cm dan panjang kelopak bunganya berkisar 5 cm. Pada bunga kedondong memiliki benang sari yang berjumlah delapan dan berwarna kuning. Mahkota bunga berjumlah 4-5 dengan warna bunganya putih kekuningan.
Buah kedondong umumnya berbentuk bulat dan memiliki dinding lapisan luar yang cukup tipis seperti kulit. Kemudian lapisan dalamnya cukup tebal, lunak, dan mengandung air. Buah ini sering kali dimakan, karena berdaging dan berserat, warna buahnya hijau kekuningan. Buah kedondong memiliki rasa asam yang kuat namun jika sudah cukup matang, terdapat rasa manis juga di dalamnya.
Tanaman kedondong memiliki biji yang berbentuk bulat, berserat kasar, dan warna bijinya putih kekuningan.
Dalam 100 gram buah kedondong, terkandung sekitar 40 kalori dan beragam nutrisi berikut:
Tak hanya beragam kandungan di atas, kedondong juga mengandung vitamin B serta antioksidan flavonoid dan polifenol. Selain itu, buah kedondong juga mengandung senyawa yang bersifat antibakteri dan antikanker.

Berkat kandungan nutrisinya yang beragam, kedondong dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan, di antaranya:
Kedondong merupakan salah satu pilihan buah yang baik dikonsumsi untuk memperkuat imunitas atau daya tahan tubuh. Ini dikarenakan buah kedondong merupakan sumber antioksidan, vitamin C, dan vitamin A.
Ketiga zat tersebut diketahui berperan penting dalam memelihara kesehatan dan fungsi sel darah putih yang berperan sebagai penunjang daya tahan tubuh.
Kandungan serat pada buah kedondong diketahui bermanfaat untuk mengurangi kolesterol dan trigliserida dalam darah.
Tak hanya itu, kandungan vitamin C dan antioksidan dalam buah ini juga dapat mengurangi peradangan dan mencegah aterosklerosis, yaitu penyumbatan di pembuluh darah, yang bisa memicu penyakit jantung.
Kedondong kaya akan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dengan tercukupinya asupan vitamin A, risiko Anda terkena gangguan penglihatan pun akan lebih rendah, misalnya rabun senja.
Selain itu, kedondong juga mengandung antioksidan yang dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit mata akibat penuaan, seperti katarak dan degenerasi makula.
Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar, cobalah untuk mengonsumsi kedondong. Buah ini mengandung serat pangan yang dapat melancarkan pencernaan. Kedondong juga dapat memadatkan tinja sehingga mampu mencegah dan mengatasi sembelit.
Tak hanya itu, kandungan serat, antioksidan, serta beragam vitamin dan mineral di dalam buah kedondong juga dapat mencegah Anda dari berbagai gangguan pencernaan lainnya, seperti wasir dan divertikulitis.
Mencukupi kebutuhan serat tubuh juga diketahui berperan penting dalam menurunkan risiko terjadinya kanker usus besar.
Hampir semua orang ingin memiliki kulit yang sehat dan awet muda. Namun, paparan radikal bebas yang berasal dari sinar matahari, polusi, dan asap rokok, serta proses penuaan dapat menyebabkan kerusakan sel-sel kulit.
Nah, Anda dapat mencegah kerusakan kulit dengan cara mengonsumsi makanan bernutrisi. Salah satu makanan tersebut adalah buah kedondong.
Buah ini diketahui mengandung antioksidan yang baik untuk mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas, serta vitamin C yang berperan penting dalam pembentukan kolagen, yaitu protein yang berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kelenturan alami kulit.
Kedondong mengandung serat pangan yang tinggi. Makanan berserat tinggi akan dicerna lebih lambat di dalam tubuh sehingga membuat Anda kenyang lebih lama. Dengan demikian, Anda dapat lebih mudah mengatur porsi dan pola makan, sehingga berat badan Anda pun akan lebih terkontrol.
Jika Anda sedang menjalani program diet, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi lebih banyak makanan berserat, misalnya kedondong. Untuk memaksimalkan beragam manfaat kedondong di atas, Anda juga perlu melengkapinya dengan pola makan sehat yang terdiri dari makanan bergizi seimbang.
Apabila masih memiliki pertanyaan seputar manfaat kedondong, Anda dapat berkonsultasi ke dokter. Dokter juga dapat menentukan jumlah konsumsi kedondong yang tepat sesuai kondisi Anda.
https://id.wikipedia.org/wiki/Kedondong
https://ecocampus.unesa.ac.id/detil-tanaman/9674981f-98c5-48c2-9bec-d31a5c06ca02
https://www.alodokter.com/6-manfaat-kedondong-bagi-kesehatan-tubuh
]]>
Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam genus Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota dari famili Anacardiaceae.
Nama “mangga” berasal dari bahasa Tamil, mankay, yang berarti man “pohon mangga” + kay “buah”.Kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Spanyol dan Inggris) dan lainnya.
Mangga berasal dari daerah di sekitar perbatasan India dengan Burma, dan mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekitar 1500 tahun yang silam.Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pêlêm atau poh (Jw.), Poh (Bl.), dan Paok (Sas.)
Taksonomi
Kerajaan Plantae
Kelas Magnoliopsida
Ordo Sapindales
Famili Anacardiaceae
Genus Mangifera
Spesies M. indica
Morfologi
1. Batang & Akar
Tanaman mangga termasuk kelompok pohon besar, tingginya mencapai 35 meter sampai 40 meter. Namun pada kultivar atau varietas tertentu ada pohon mangga yang sengaja dikembangan agar tumbuh pendek dan berbuah banyak.
Pohon mangga adalah tanaman berumur panjang, bahkan beberapa spesiesnya dapat berbuah hingga umur 300 tahun. Akarnya mampu tumbuh ke dalam tanah hingga mencapai kedalaman 6 meter dan akar cabang menyebar ke samping.
2. Daun
Mangga termasuk tanaman evergreen sehingga daunnya tetap hijau sepanjang tahun. Bentuk daunnya sederhana dengan ukuran panjang 15 cm hingga 35 cm, serta lebar 6 cm sampai 16 cm.
Saat masih muda, daunnya berwarna jingga dengan semburat merah muda, kemudian dengan cepat berubah menjadi warna merah gelap yang berkilau, kemudian menjadi warna hijau tua saat dewasa.
3. Bunga
Pohon mangga menghasilkan bunga yang tumbuh di cabang-cabang pohonnya. Ukuran bunganya kecil, sekitar 5 mm sampai 10 mm. Bunga mangga berwarna putih dan beraroma lembut. Mangga memiliki 5 buah kelopak bunga.
4. Buah Mangga
Pada umumnya, buah mangga matang di saat musim panas atau kemarau. Buah mangga butuh waktu sekitar 5 bulan dari masa berbunga hingga tumbuh menjadi buah yang matang. Buah mangga sangat bervariasi dalam hal ukuran, warna, bentuk, tingkat kemanisan, dan kualitas untuk dikonsumsi. Hal tersebut bergantung dari kultivar yang ditanam.
Pada umumnya, warna kulit buah mangga adalah hijau, oranye, kuning, dan merah. Di Indonesia, buah mangga yang banyak dijual di pasaran adalah mangga berkulit hijau. Bentuk buah mangga umumnya agak lonjong, menyerupai bentuk ginjal atau kacang, namun ada juga yang berbentuk bulat. Ukurannya bervariasi, antara 5 cm sampai 25 cm dengan berat sekitar 140 gram hingga 2 kg per buahnya.
Kulit buah mangga lembut, halus dan harum. Jika telah benar-benar matang, kulit mangga mengeluarkan aroma yang khas dan semakin harum.
5. Biji
Di dalam daging buah mangga terdapat 1 biji besar, ukurannya sekitar 4 cm sampai 7 cm. Biji tersebut berguna sebagai bibit tanaman mangga. Untuk hasil penanaman terbaik, sebaiknya gunakan biji mangga yang diperoleh dari buah mangga yang telah matang.
Penyebaran
Pohon mangga telah dibudidayakan di Asia Selatan sejak ribuan tahun yang lalu, hingga akhirnya tersebar ke Asia Tenggara pada abad ke-5 dan 4 SM. Sementara di Afrika Timur, budidaya pohon mangga telah dimulai sejak abad ke-10 SM.
Hal ini dicatat oleh seorang penjelajah dari Maroko, bernama Ibnu Battuta pada abad ke-14. Pohon mangga kemudian mulai menyebar hingga ke Brazil, Bermuda, Hindia Barat, dan Meksiko. Di wilayah-wilayah tersebutlah mangga tumbuh dengan baik karena iklimnya yang sesuai.
Saat ini, mangga banyak ditanam di seluruh negara tropis dan subtropis yang tidak memiliki musim dingin ekstrim. Setengah dari mangga yang ada di dunia berasal di India. Kemudian disusul oleh China sebagai produsen mangga terbesar kedua di dunia.
Pohon mangga juga dibudidayakan di Andalusia, Spanyol, terutama di provinsi Malaga. Kawasan pesisir provinsi ini memiliki iklim subtropis dan merupakan satu dari sedikit wilayah di Eropa yang bisa digunakan untuk membudidayakan tanaman dan buah tropis. Kepulauan Canary adalah tempat lain di Eropa yang juga dapat ditanami mangga.
Negara lainnya yang juga membudidayakan pohon mangga antara lain Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, Hawaii, Afrika Tengah, Selatan dan Barat, Australia, China, Korea Selatan, Pakistan, Bangladesh, serta negara-negara Asia Tenggara.
Meskipun India memproduksi mangga terbanyak di dunia, namun sebagian besar untuk mencukupi kebutuhan lokal. Hanya sekitar 1% yang diekspor ke negara-negara lain.
Habitat
Habitat Mangifera indica L berdasarkan pengamatan adalah di dataran rendah dengan jarak mata air 100 meter, keadaan tanahnya subur dan juga gembur. Tanaman Mangga dapat tumbuh dan berproduksi di daerah tropik maupun sub-tropik
Manfaat
Manfaat Mangga untuk Kesehatan
1. Menjaga Kesehatan Rambut dan Kulit
2. Membantu Menurunkan Tekanan Darah
3. Mangga Bermanfaat untuk Kesehatan Mata
4. Meredakan Sembelit
5. Membantu Mengurangi Risiko Sakit Jantung
6. Menurunkan Berat Badan
Manfaat Mangga untuk Kuliner dan Masakan
1. Buah Segar
2. Jus Mangga
3. Mangga Olahan

Buah mangga pada dasarnya merupakan golongan buah rendah kalori. Dalam satu buah mangga hanya terkandung sekitar 100–110 kalori. Kendati demikian, buah ini kaya akan antioksidan (polifenol dan beta karoten) dan sejumlah nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam 1 buah mangga, terkandung aneka nutrisi berikut ini:
Menurut Wikipedia
Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Semenanjung Malaya dan menyebar ke Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai “ratu buah”, sebagai pasangan durian, si “raja buah”. Buah ini mengandung mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.
Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatra.
Manggis sangat dikenal oleh masyarakat karena rasanya dan khasiatnya, Bahkan ada sebuah iklan yang Taglinenya Kabar gembira untuk kita semua, Kulit manggis kini ada Ekstraknya
ini adalah kandungan gizi buah manggis dalam 1 mangkuk (setara 196 gram):
Kalori: 143 kalori
Karbohidrat: 35 gram
Serat: 3,5 gram
Lemak: 1 gram
Protein: 1 gram
Vitamin C: 9 persen dari jumlah kebutuhan vitamin C harian
Vitamin B9 (asam folat): 15 persen dari jumlah kebutuhan asam folat harian
Vitamin B1 (tiamin): 7 persen dari jumlah kebutuhan vitamin B1 harian
Vitamin B2 (riboflavin): 6 persen dari jumlah kebutuhan vitamin B2 harian
Mangan: 10% dari jumlah kebutuhan mangan harian
Tembaga: 7% dari jumlah kebutuhan tembaga harian
Magnesium: 6% dari jumlah kebutuhan magnesium harian
Vitamin dan mineral dalam manggis di antaranya penting untuk mempertahankan banyak fungsi tubuh, termasuk produksi DNA, kontraksi otot, penyembuhan luka, imunitas, dan pensinyalan saraf. Selain itu, satu cangkir (196 gram) buah manggis menyediakan hampir 14% dari jumlah kebutuhan serat harian yang baik untuk tubuh. Buah manggis juga termasuk makanan sehat rendah kalori.
Manfaat Buah manggis
Setelah mengetahui kandungan dari buah manggis selanjutnya kita akan membahas mengenai khasiat buah manggis. Berikut beberapa khasiat dari buah manggis.
Sebagai sumber antioksidan, anti kanker serta antiinflamasi
Buah manggis mengandung zat yang disebut Xanthone yakni senyawa fitokimia yang mengandung zat merah khas dari buah manggis yang memiliki kashiat sebagai antikanker, anti bakteri dan anti inflamasi. Selain itu xanthone juga berpotensi untuk memperkuat sistem imun dan menyehatkan serta mendukung kesehatan mental dan keseimbangan mikroba tubuh dan meningkatkan kelenturan sendi.
Baik untuk ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan
Manggis mengandung asam folat tinggi yang sangat baik jika dikonsumsi oleh ibu hamil karena folat diperlukan untuk mencegah terjadinya kelainan tabung saraf pada bayi
Baik untuk pencernaan
Buah manggis adalah makanan yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Buah manggis mengandung serat yang sangat penting untuk kesehatan pencernaan, sementara diet tinggi serat dapat membantu meningkatkan keteraturan usus.
Mengontrol kadar gula darah
Kandungan Xanthone dalam buah manggis ternyata ditemukan tidak hanya untuk anti kanker saja, tetapi juga dapat mengontrol kadar gula darah.Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa mengonsumsi 400 mg ekstrak manggis setiap harinya mampu menurunkan resistensi insulin secara signifikan. Dimana yang kita tahu resistensi insulin adalah salah satu penyebab utama terjadinya diabetes.
Referensi :
Nurkhasanah, 2013. Khasiat Sakti Buah Manggis, Tumpas Berbagai Penyakit. Jakarta : Dunia Sehat
]]>